Ketahanan pangan melalui Dana Desa di Desa Tirta Jaya Kecamatan Bajuin bersama TPP Kecamatan Bajuin
Desa Tirta Jaya memiliki potensi dalam bidang
ketahanan pangan melalui Budidaya Jamur Tiram. Berdasarkan hasil Musyawarah
Desa Tahun 2021, diusulkan kegiatan pelatihan dan pengembangan budidaya jamur
tiram yang kemudian oleh Desa di anggarkan di APBDesa dan direalisasikan pada Tahun 2022. Kegiatan ini
di Kelola oleh kelompok tani dengan dukungan Dana Desa, yang mana anggaran itu
digunakan di Tahun 2022 untuk kegiatan pelatihan Budidaya Jamur Tiram untuk 20
peserta dengan peserta laki-laki 12 orang dan perempuan 8 orang, pengadaan
bahan serta pembangunan kumbung jamur tiram dengan alokasi Dana Desa sebesar Rp
23.494.000,-.
Kegiatan
ini juga melibatkan masyarakat ibu rumah tangga dan pemuda secara langsung, sebagai
bentuk pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja di Desa Tirta Jaya, kemudian
karena melimpahnya hasil panen jamur tiram di Tahun 2022, maka pada Tahun 2023 Kelompok
Tani Desa Tirta Jaya kembali mengajukan usulan
kegiatan pelatihan pengolahan produk jamur tiram crispy dengan peserta
15 orang, laki-laik 5 orang dan perempuan 10 orang, pada Musyawarah Desa
Rencana Kerja Tahunan Pemerintah Desa Tahun 2023, dan usulan tersebut di
anggarkan dan realisasikan pada APBDesa Tahun 2024 dengan alokasi Dana Desa
sebesar RP 17.242.000,-.
Pelaksanaan :
Budidaya
Jamur Tiram dimulai dengan pembelian bahan utama seperti serbuk gergaji, dedak,
kapur dan plastik baglog. Setelah itu dilakukan proses pencampuran bahan dan
pembuatan media tanam (baglog) lalu di sterilkan sebelum dimasukan ke dalam
kumbung untuk masa inkubasi. Dalam waktu kurang lebih 30 hari, jamur mulai
tubuh dan siap di panen setiap hari selama beberapa minggu. Setelah panen jamur
segar dijual langsung ke pasar lokal, pembeli sekitar desa dan luar daerah.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan jamur menjadi produk jamur
crispy sebagai upaya peningkatan nilai tambah dan pemberdayaan ekonomi
masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dan masyarakat yang tidak memiliki
pekerjaan.
Hasil :
Kegiatan
Budidaya Jamur Tiram di Desa Tirta Jaya di saat panen menghasilkan jamur
rata-rata 60 kg dari 640 log per minggu, dengan harga jual Rp. 25.000/kg
sehingga hasil yang diperoleh Rp 1.500.000,-/panen. Proses produksi dilakukan 2
kali seminggu, dan satu baglog dapat di panen hingga 3 kali dalam jangka waktu
sekitar 3 bulan. Kegiatan ini melibatkan 2 orang pekerja tetap dan 3 orang
tambahan pekerja lainnya, dengan sistem upah per baglog (media tanam jamur),
kegiatan ini juga menciptakan lapangan kerja dan penghasilan tambahan bagi
kelompok. Selain itu, hasil panen di pasarkan melalui pasar lokal, pesanan dll.
a. Dampak/outcome :
Kegiatan
Budidaya Jamur Tiram di Desa Tirta Jaya memberikan dampak nyata bagi
masyarakat, antara lain: peningkatan ekonomi warga, membuka lapangan pekerjaan,
peningkatan ketersediaan pangan bergizi, tumbuhnya inovasi dan semangat
berwirausaha serta penguatan peran kelompok tani dan masyarakat Desa Tirta
Jaya.
|
|
Kegiatan |
|
Pelatihan Budidaya Jamur Tiram |
|
|
Lokasi |
|
|
Kediaman Kasun 1 RT 001 Rw 001 Desa Tirta Jaya |
|
|
Waktu |
|
|
8 s.d. 9 September 2022 |
|
|
Keterangan |
|
|
Kegiatan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram ke Kelompok Tani Desa Tirta
Jaya Tahun 2022 |
|
|
Kegiatan |
|
Kumbung Jamur Tiram |
|
|
Lokasi |
|
|
Desa Tirta Jaya RT. 001 RW. 001 |
|
|
Waktu |
|
|
12 September 2025 |
|
|
Keterangan |
|
|
Kegiatan Panen Jamur Tiram oleh Kelompok Tani |
Komentar
Posting Komentar